Selasa, 01 Mei 2012

Dongeng Bingkai Neraka

Terjaga aku di saat malam. Alunan lagu kenangan terdengar di telingaku. Aku terhenyak dalam heningnya malam yang memunculkan kembali memori-memori yang harusnya ku lupakan. Perasaan rindu akan sebuah bayangan, kini mulai menyergap. Mengharapkan terwujudnya sebuah khayal dan harapan menjadi kenyataan. Menunggu akan berakhirnya penantian yang penuh dengan makian dan hujatan. berbagai jenis bahasa hina menusuk masuk ke telingaku. Haruskah aku meninggalkannya? mempercayai kejujuran ataukah kebenaran? perasaan ataukah kesalahan? kebahagiaan ataukah keharusan? kenyamanan ataukah ketersesatan?
Namun aku tetap bertahan dengan segala beban berat tanggung jawab yang ku bawa di atasku. Entah apa yang membuatku begitu kuat dan tetap menanti saat yang lainnya satu persatu mulai pergi. Dan saat aku tersadar, mimpi itu adalah sebuah kesalahan dan aku harus melupakannya.
Pernah ku coba  berlari meninggalkan, tapi yang terjadi hanya keterpurukan. semakin aku mencoba, justru semakin ingin aku kembali. Aku coba tuk berjalan menyusuri jalan setapak yang gelap, aku berjalan sendiri melewati mimpi yang membutakan arahku. 
Dan kini, lihat aku? Betapa bangganya aku karena dapat terbebas dari belenggu yang pernah menjeratku. Aku lupa bagaimana caraku untuk pergi dan meninggalkan kebusukan abadi dari kisah laluku. Yang ku tahu, aku sudah berdiri disini, berada jauh dari masalaluku dan penantian sebuah mimpi yang penuh dengan cambukan.
Malam ini, entah kenapa aku kembali diingatkan dengan dongeng nyata masa laluku tentang kehidupan dalam bingkai neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar