Senin, 30 Januari 2017

Pertama



"Janji?" Katamu suatu ketika sambil menyodorkan jari kelingkingmu ke hadapanku.
"Iya, janji." Balasku sambil tersenyum, kemudian mengaitkan jari kelingkingku pada jari kelingkingmu.
Waktu itu gelap, tapi aku bisa melihatmu tersenyum.
Setelah itu diam, kembali pada kesibukan masing-masing.
Kau sibuk dengan kemudimu, sedang aku sibuk dengan pikiranku.
Sebelumnya aku tak pernah membuat janji pada seseorang yang terhitung baru kukenal.
Lucunya, hari itu aku melakukannya, bahkan berusaha untuk menepatinya.
Aku mengingatnya dengan sangat baik.


(Aksaramerta, 2017)

Minggu, 29 Januari 2017

Satu, Dua, Tiga

Satu, dua, tiga..
Ah! Tidak, tidak..
Satu, dua, tiga..
Astaga! Tidak, jangan..

Satu, dua, tiga..
Ah! Kumohon, cukup..
Satu, dua, tiga..
Baiklah, baiklah..

Satu, dua, tiga..
Baik, aku kalah..
Satu, dua, tiga..
Ah! Biarlah..



Samarinda, 29 Januari 2017
Pukul 01.10 WITA
© Aksaramerta

Sabtu, 28 Januari 2017

Puisi (Katanya)

Carut
Marut
Kusut
Dasar curut!

Cekat
Debat
Sesat
Kau memang bangsat!

Aku tak bisa berhenti
Padahal aku bisa mati
Oh, mana kau peduli!
Memangnya siapa aku ini?!

Carut
Marut
Kusut
Aku kalut!

Saut
Raut
Kerut
Pikiranku kusut!

Tertawa!
Ini puisi macam apa?
Oh, aku pasti gila!
Hah! Peduli apa?!



Samarinda, 28 Januari 2017
Pukul 01.52 WITA
© Aksaramerta

Senin, 23 Januari 2017

Pertanyaan

Kau hilang bersama pertanyaan
Yang belum sempat kau utarakan
Hanya sempat niat kau ungkapkan
Tapi tak pernah dari kepalamu kau keluarkan
Membuatku kacau berantakan
Mengira-ngira apa yang akan kau tanyakan
Jika waktu terulang, andaikan..
Jika saat itu aku tak mengalihkan..
Akankah kudengar tanya yang 'kan kau ajukan?
Siapkah aku dengan jawaban?
Sial! Aku bisa mati penasaran!


(Samarinda, 2017)
© Aksaramerta

Hujan dan Rindu




Rabu, 04 Januari 2017

Perempuan di Pelabuhan

Dua ribu tujuh ratus sore berlalu
Dan perempuan itu selalu ada di situ
Orang-orang melihatnya pilu
Betapa gigih penantian si gadis ayu
Tanpa ia pernah tahu
Kapal kekasihnya karam di lautan
Tapi jasadnya tak diketemukan
Yang ada bangkai kapal rongsokan
Maka ia tetap bertahan
Setiap sore di pelabuhan
Menunggu dengan penuh harapan
Seperti yang pernah kasihnya janjikan
Akan pulang saat langit kemerahan
Semua sudah coba beritahu
Tapi dia tetap membatu
Ia pulang saat langit mulai kelabu
Namun tiap sore ia selalu tepat waktu
Kembali di situ
Menunggu..
Menunggu..
Penantiannya kini berlalu
Ia dan kekasihnya telah bertemu
Orang-orang di pelabuhan termangu
Sambil mengerumuni tubuh yang telah kaku

Samarinda, 4 Januari 2016
Pukul 07.33 WITA
© Aksaramerta