Kamis, 24 November 2016

Larut

Kau terlampau mampu
Buat 'ku jatuh padamu
Maka sebagai balasmu,
Tolong kau sangga aku
Jangan sampai kau lepas
Nanti aku bisa terhempas
Jatuh ke tanah yang keras
Lalu akan terluka
Dan jadi menderita
Oleh luka yang kau cipta
Maka bisakah kau kupercaya,
Untuk menyangga aku yang lena?



24 November 2016
Pukul 22.01 WITA
© Aksaramerta

Sabtu, 05 November 2016

Dongeng Tentang Kelinci dan Rubah

Aku punya sebuah dongeng.
Dongeng tentang kelinci dan rubah.
Tentang kisah cinta dalam beda.
Jadi, ada seekor kelinci betina dan rubah jantan.
Mereka saling jatuh cinta.
Hanya saja, si rubah selalu merasa rendah diri
dan cemburu pada kelinci-kelinci jantan.
Dasarnya karena mereka memang berbeda.
Kelinci diyakini melambangkan kesucian dan keluguan,
sedang rubah diyakini sebagai lambang penjelmaan siluman jahat.
Walau demikian, kelinci betina yakin
bahwa si rubah adalah cintanya,
namun rubah merasa ragu dan cemburu.
Kecemburuannya disimpannya dalam-dalam,
membuat kelinci betina kebingungan.
Yang rubah katakan hanya "kamu tidak cintaiku".
Kelinci betina lalu patah hati dn bersedih dalam kebingungannya.
Bagaimana bisa ia tidak cinta padahal ia rela
menentang mitos yang selama ini diyakini?
Walau sedih, ia tetap percaya bahwa rubah salah.
Cinta bukanlah tentang kelinci-kelinci jantan.
Baginya, cinta adalah si rubah.



5 November 2016
Pukul 5.40 WITA
© Aksaramerta