Jumat, 04 Januari 2013

Mentor Rahasia

Kau tau? Aku sangat menyanjungmu, bahkan ku jadikan kau sebagai mentor kebanggaanku. Aku bersumpah akan menjadi pengagum setiamu. Dulu, dulu sekali, saat aku masih sangat buta tentang menulis..... kau tau? aku sangat payah. tulisanku, buruk sekali. Sampai akhirnya aku mengenal karya-karyamu. Aku kagum. Tulisanmu, begitu hidup, begitu bernyawa, ia mempunyai jiwa yang mengantarkan si pembaca agar turut merasakan apa yang kau tuliskan. Aku ingin sehebat dirimu yang dapat menghipnotis orang-orang dengan tulisanmu, membuat mereka terpesona olehmu, lalu kau semakin terlihat bersinar. Ya, meskipun hingga kini kau belum juga menjadi penulis terkenal. Tapi aku yakin, suatu saat nanti, kau pasti jadi penulis hebat. karya-karyamu akan dibukukan dan aku akan menemukan kumpulan karyamu di tiap toko buku, lalu orang-orang yang membaca karyamu akan mengagumimu dan karyamu, seperti aku mengagumimu. Aku akan jadi pengagum beratmu, bahkan sebelum kau menjadi penulis besar. Akan ku jadikan koleksi tiap karya-karyamu dan ku tunjukkan pada tiap orang tentang karya sastra bermutu, yaitu karyamu.
Dan hey, kau tau? Bahkan diam-diam aku menjadikanmu sebagai mentorku. Ya, mentor kebanggaanku. Sebenarnya aku ingin secara terang-terangan menjadikanmu mentorku. Tapi, ada satu hal yang membuatku mengurungkannya. Tulisan ini, tentang kekagumanku padamu, tentang betapa aku menyanjungmu dan bangga karna mengenal karya-karyamu, mentor rahasiaku.