Jumat, 26 Juni 2015

Dia (Candu)

Aku bersumpah, kini lelaki itu yang mengisi ruang itu, ruang di hatiku. Dia pencipta tawa dan senyumku, dia yang kusuka segala tentangnya; fisiknya, suaranya, caranya, semuanya.
Dia seperti mempunyai sihir, dengan mudahnya meluluhkan siapa saja. Tak perlu kujelaskan bahwa aku salah satu yang berhasil luluh dibuatnya.
Dia candu dan aku pecandunya.
Seperti tak ada satu hari pun tanpa sesuatu tentangnya, bahkan tak bisa. Seperti ada yang kurang.
Sebut aku gila, sebut ini tak masuk akal, tapi dia memang telah menginfeksiku. Aku luluh, aku lumpuh, dan mungkin aku berlebihan. Tapi percayalah, ini sungguhan.
Hanya saja, ia sangat jauh. Begitu jauhnya hingga tak terjangkau. Sulit menggapainya, bahkan mustahil. Ini jatuh yang sakit, tapi aku enggan untuk bangkit.
Kini kau boleh sebut aku bodoh untuk ini; mencintai seseorang yang sangat nyata bahwa tak mungkin tersentuh, apalagi terengkuh.
Dia terlalu hebat dengan pesonanya dan segala yang ada padanya, sedangkan aku begitu lemah terlebih jika yang berhubungan dengannya.