Demi semua yang telah terjadi, aku tak 'kan menangis;
Mengandaikan tentang kita yang telah kau bunuh kisah-kasihnya,
kau matikan cita-cintanya,
dan kau kubur harap-asanya.
Kau harusnya tahu perempuan macam apa aku ini.
Kupastikan kau tahu itu.
Kelak tiba saatnya, kau akan menyesal;
Tersiksa oleh ingatanmu sendiri,
mengutuki semua yang pernah kau lakukan,
merindu apa yang pernah kau anggap sampah,
mengharap kembalinya si aku yang dulu pernah dungu.
Kuyakini kamu, saat itu terjadi, aku tak 'kan menoleh padamu.
Bahkan melirik di ekor mata pun tidak.
Aku lepas!
© Aksaramerta
Samarinda, 20 Maret 2017
Senin, 20 Maret 2017
Sabtu, 04 Maret 2017
Rindu-Dendamku
Kau tahu rindu?
Ialah belenggu
Yang menuang pilu
Hingga hati beku
Lain lagi dendam
Tiba di saat sendam
Dengan payah kuredam
Namun tak kunjung padam
Kontradiktif tentangmu
Semuanya dari aku
Yang walau tengah merindu
Dendam jua kuampu
O, aku tak paham
Berpikir sampai otak keram
Apa yang terjadi semalam
Hingga hari jadi kelam
Kupikir akulah rumah
Tempat aku-kamu berjamah
Ah, ternyata 'ku salah
Bagimu hanya tempat sampah
© Aksaramerta
04/03/17 21:46:15
WITA
Ialah belenggu
Yang menuang pilu
Hingga hati beku
Lain lagi dendam
Tiba di saat sendam
Dengan payah kuredam
Namun tak kunjung padam
Kontradiktif tentangmu
Semuanya dari aku
Yang walau tengah merindu
Dendam jua kuampu
O, aku tak paham
Berpikir sampai otak keram
Apa yang terjadi semalam
Hingga hari jadi kelam
Kupikir akulah rumah
Tempat aku-kamu berjamah
Ah, ternyata 'ku salah
Bagimu hanya tempat sampah
© Aksaramerta
04/03/17 21:46:15
WITA
Langganan:
Komentar (Atom)