Demi semua yang telah terjadi, aku tak 'kan menangis;
Mengandaikan tentang kita yang telah kau bunuh kisah-kasihnya,
kau matikan cita-cintanya,
dan kau kubur harap-asanya.
Kau harusnya tahu perempuan macam apa aku ini.
Kupastikan kau tahu itu.
Kelak tiba saatnya, kau akan menyesal;
Tersiksa oleh ingatanmu sendiri,
mengutuki semua yang pernah kau lakukan,
merindu apa yang pernah kau anggap sampah,
mengharap kembalinya si aku yang dulu pernah dungu.
Kuyakini kamu, saat itu terjadi, aku tak 'kan menoleh padamu.
Bahkan melirik di ekor mata pun tidak.
Aku lepas!
© Aksaramerta
Samarinda, 20 Maret 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar