Rabu, 04 Januari 2017

Perempuan di Pelabuhan

Dua ribu tujuh ratus sore berlalu
Dan perempuan itu selalu ada di situ
Orang-orang melihatnya pilu
Betapa gigih penantian si gadis ayu
Tanpa ia pernah tahu
Kapal kekasihnya karam di lautan
Tapi jasadnya tak diketemukan
Yang ada bangkai kapal rongsokan
Maka ia tetap bertahan
Setiap sore di pelabuhan
Menunggu dengan penuh harapan
Seperti yang pernah kasihnya janjikan
Akan pulang saat langit kemerahan
Semua sudah coba beritahu
Tapi dia tetap membatu
Ia pulang saat langit mulai kelabu
Namun tiap sore ia selalu tepat waktu
Kembali di situ
Menunggu..
Menunggu..
Penantiannya kini berlalu
Ia dan kekasihnya telah bertemu
Orang-orang di pelabuhan termangu
Sambil mengerumuni tubuh yang telah kaku

Samarinda, 4 Januari 2016
Pukul 07.33 WITA
© Aksaramerta