Kamis, 22 Juni 2017

Alpa

Langit biru dengan kupu-kupu
Rumput hijau selembut beludru
Alam bernyanyian merdu
Angin meniup hawa syahdu

Dibuai suasana yang melena
Jadi lengah rupa-rupanya
Tak menahu badai menyapa
Membuat langit jadi gulita

Sesadarnya, indah telah pudar
Mentari segan walau untuk berpendar
Hanya petir berlomba bersambar
Diliputi angin menggumpal berputar

Tak lagi berseri-seri dunianya
Badai telah memorak-porandakannya
Tak lagi terang jalan-jalannya
Hanya dalam gelap terus melata

©Aksaramerta
22/06/17 (2.41 a.m)
WITA

Sabtu, 17 Juni 2017

Tak Bertuan

Mampuku hanya termangu
Aku dibuat mati kutu
Sebab rana rajai aku
Dengan selimutkan rasa rindu,
namun..

Rindu ini tak bertuan
Ia tak temui tepian
Terkatung-katung di lautan
Hanya rasai ketersesatan

Lebih dalam selami kisah
Ada panik dalam gelisah
Ditambahi pula resah
Siapa pemilik rindu yang sah?


© Aksaramerta
17/06/17 (12.34 p.m)
WITA

Minggu, 04 Juni 2017

Fenomena Bangsaku

Riuh-ricuh di sana-sini
Menjadi pemandangan sehari-hari
Dari daring hingga luring
Sibuk membuat lawan miring

Apa saja jadi perdebatan
Perbedaan seperti ancaman
Bukan lagi persatuan
Yang terdengar justru "lawan!"

Ada apa dengan perbedaan?
Bukannya selama ini mengidahkan?
Mengapa seperti ingin seragam?
Padahal biasanya kita beragam

Halo? Bangsaku?
Oh, sepertinya salah sambung!
Bukan ini bangsa yang kutahu
Yang keharmonisannya sedang berkabung



Samarinda, 4 Juni 2017
(7.40 p.m)
© Aksaramerta

Sabtu, 03 Juni 2017

Terdistraksi

Lakumu merupa di ruang imajiku
Diteteskan hujan dari awan yang abu
Hingga berbagai tanya memenuhi kepalaku
Apa artinya aku bagimu?

Adakah aku di matamu?
Adakah aku di mimpimu?
Adakah aku mengusik batinmu?
Adakah aku merasuk dalam atmamu?

Kamu menemukan kelemahanku
Dengan mudah menggapai titik terawan dalam diriku
Hingga semuaku menjadi milikmu
Tapi kamu bahkan bukan milikku

Kukutuki kenaifanku
Yang telah salah membaca perangaimu
Hingga dengan yakin kujatuhkan diriku
Namun kau tak di situ untuk menangkapku


© Aksaramerta
03/06/17  13:44:27
WITA