bersama nonanya, tentu.
Aku ini, Nona, hanya Upik Abu
yang sibuk menyula debu,
memulas rak lemari kayu,
dan merapikan ranjang Tuanku,
yang baru semalam saja
ditidurinya bersama Nona.
Oh, tapi tak apa, Nona..
Kau tenang saja!
Aku hanya perlu menunggu;
begitu Nona pulang dan berlalu,
Tuanku akan mengunci pintu,
lalu asyik bercumbu
hingga napas kian memburu.
Saling bertelanjang
di atas ranjang yang sama,
yang ditiduri oleh Nona;
denganku, tentu saja..
©Aksaramerta
20/03/18 (00.14 a.m)
WITA
WITA