Rabu, 04 September 2013

Siang? Malam? Bukan, diantaranya..

Langit begitu indah saat mentari berucap selamat tinggal dan bersapa dengan para penghuni langit malam. Warnanya begitu elok dengan jingganya.
Namanya senja..
Sayangnya, senja hanya hadir sekilas diantara siang dan malam.
Kau tau mengapa aku begitu memuja senja lebih dari siang dan malam? Bukankah keduanya lebih terasa ada untuk memenuhi hari?
Tapi, senja yang singkat lebih mampu menghangatkan dan meluluhkan hati yang kaku karna luka, dengan indahnya.
Ya, sama sepertimu. Meski hadirmu di hariku cukup singkat, namun lebih dari cukup memberi ketenangan. Kau tau kenapa?
Karna kau indah, seperti senja.
Dan yang lainnya, percayalah, mereka hanya siang dan malam, yang meski dapat memenuhi hari, namun tak dapat mengalahkan idahmu untukku, senjaku.

2 komentar:

  1. jleb banget nih ^___^
    ini curcol yaa? kayak puisi. atau emang puisi ya? dramatis banget, amntap!

    oiya... kalau mau pesan buku, silakan SMS ya_ Fast respond. Buku yg kamu tanyakan itu 20rb harganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi dua2nya:D

      Iya kalau mau pesan, nnti saya sms;)

      Hapus