Sambil sesekali pula merintih
Kemudian mengulurkn tangan
Padaku meminta pertolongan
Kupandangi kamu iba
Lalu kusambut penuh suka
Kutarik senyum dengan sengaja
Pertanda datangnya derita;
Untukmu, tentu saja..
Kau datang dengan penuh luka
Yang terbalur di sekujur jiwa
Alih-alih menjadi penyembuh
Hadirku justru membunuh
Mana kupeduli tentang lukamu
Kubiarkan sekarat di depanku
Biar kau tahu rasa
Kasihku sudah daluwarsa
©Aksaramerta
31/10/17 (3.33 a.m)
WITA
WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar